Sabtu, 17 Mei 2014

Rinduku Terusik

Tak saling melihat, bukan berarti tidaklah dekat
Antara kita adalah tabir halus, agar cinta itu tetap tulus
Jangan kau cabik tabir itu!
Walau angin berbisik “sayang... aku rindu...”

Biarkan riduku hanya di batin
Tak ku zahirkan, walau ketakutan akan kehilangan
Air mataku telah cukup untuk menafsirkannya
Rasa cinta dan doa, semoga menjadi penentram jiwa

Malaikat senja tak kan bermanja, hingga langit menjingga
Dan malaikat shubuh tak kan berlabuh, hingga kegelapan runtuh
Jadi, walau sepi yang mengusik rinduku kini
Aku percaya,
Waktu dari Tuhan-lah

Yang ‘kan buat rinduku indah...

0 komentar:

Posting Komentar