Antara kita
adalah tabir halus, agar cinta itu tetap tulus
Jangan kau
cabik tabir itu!
Walau angin
berbisik “sayang... aku rindu...”
Biarkan riduku
hanya di batin
Tak ku
zahirkan, walau ketakutan akan kehilangan
Air mataku
telah cukup untuk menafsirkannya
Rasa cinta
dan doa, semoga menjadi penentram jiwa
Malaikat
senja tak kan bermanja, hingga langit menjingga
Dan malaikat
shubuh tak kan berlabuh, hingga kegelapan runtuh
Jadi, walau
sepi yang mengusik rinduku kini
Aku percaya,
Waktu dari
Tuhan-lah
Yang ‘kan
buat rinduku indah...
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar